Is This Home?

Is it?
All I see is an empty house with too much memories
Unforgettable yet too difficult to carry with

And here I am
Alone in this limbo
Trying to make my way out
Without even knowing what’s on the other side

Consider me homeless


Mimpi buruk atau….

Berikut adalah arti kata mimpi yang saya nukil dari KBBI (ya, saya punya aplikasi KBBI untuk ipad (dan ya, saya punya ipad…hohohoho))

mim·pi n 1 sesuatu yg terlihat atau dialami dl tidur; 2 ki angan-angan;
ber·mim·pi v 1 melihat (mengalami) sesuatu dl mimpi: semalam ia – dikejar harimau; 2 berkhayal; berangan yg bukan-bukan;
me·mim·pi·kan v 1 bermimpi akan sesuatu: ia – dirinya bisa terbang; 2 ki mencita-citakan (sesuatu yg susah atau tidak mungkin dicapai): walaupun pendidikannya rendah ia selalu – jabatan yg tinggi;
ter·mim·pi-mim·pi v 1 selalu tampak (terbayang) dl angan-angan; 2 bermimpi krn selalu teringat (terkenang) akan sesuatu: begitu terkenangnya ia kpd ibunya sampai ia -;
mim·pi·an n 1 apa yg dialami dl mimpi; impian 2 ki cita-cita (keinginan) yg mustahil atau susah dicapai;
pe·mim·pi n 1 orang yg suka bermimpi meskipun tidak tidur; 2 ki orang yg suka mengkhayal: lotere dianggap sbg jalan pintas bagi – untuk cepat kaya

Secara garis besar, ada dua arti harfiah mimpi. Arti pertama adalah yang secara mutlak dialami ketika sedang tidur, sedangkan arti kedua bisa terjadi dalam kondisi tidur ataupun bangun. Untuk alasan yang kurang saya mengerti, ternyata kata mimpi lebih identik dengan susah, tidak mungkin dicapai, dan mustahil. Hal ini saya rasakan sebagai sesuatu yang sangat negatif.

Lantas perkara apa yang membawa saya menulis posting ini pagi-pagi? Karena tentunya siang-siang saya bekerja. Selain itu, saya tadi terbangun dari sebuah mimpi yang tak mampu saya kategorikan. Cukup rumit, karena jikalau itu adalah mimpi buruk, maka sudah sepantasnya saya tidak ceritakan. Pun demikian, mimpi tadi tidak saya benci. Bahkan saya pun sedikit tergoda untuk meng-extendnya (baca: tidur lagi).

Di mimpi itu, saya melihat hal yang mustahil saya miliki, tidak saya miliki (bahkan dalam mimpi tidak bisa saya miliki). Dan saya jadi benci melihat definisi itu di KBBI karena saya tidak bisa menyanggahnya. Dan menyadari bahwa saya sudah menyerah terhadap mimpi itu dan menyadari bahwa saat ini saya tidak punya mimpi serta hanya ingin hal-hal yang pasti saya bisa dapatkan.

Lantas, harus dikategorikan seperti apa mimpi yang demikian?

Terkadang kita sulit untuk mengingat mimpi tidur, tapi ketika mimpi tidur dan mimpi bangun bersinggungan, kita akan mengingatnya….


Klakson Mobil dan Praharanya

Kalau anda mencari situs yang menjual klakson mobil, atau mekanisme bekerjanya klakson mobil maka bisa dipastikan anda salah tempat. Di situs ini, pada postingan kali ini saya tidak menjual atau menjekaskan, melainkan akan memberitahukan sebuah perkara yang mungkin tidak banyak disadari orang, terutama mereka yang selalu menggunakan mobil untuk urusan transportasinya sehari-hari.

Rekan-rekan, tahukah anda siapakah objek tujuan dari suara klakson?
………..
……..
…..

Tentu saja jawabannya adalah: manusia selain pengemudi mobil dengan klakson tersebut
Dan pada kasus tertentu bisa juga ditambahkan kucing komplek, anjing pemalas, dan biawak nyasar.

Namun, untuk kasus manusia perlu saya beritahukan bahwa semestinya objek tersebut berada dalam kendaraan lain (untuk selain manusia, tidak perlu berada dalam kendaraan lain).

Kenapa demikian?
Well….untuk, anda yang belum tahu karena lebih sering berada dalam mobil…Saya beritahukan bahwa suara klakson itu kencang dan bikin jantungan..Seringkali saya melihat pengemudi mobil yang tampaknya tidak menyadari ini, baik di jalan mau pun di dalam komplek tempat saya tinggal. Saya seringkali dikagetkan suara klakson mobil ketika berjalan, menggunakan sepeda, atau saat menduduki kap mobil orang (don’t ask..just don’t)

Dan fenomena meng-klakson untuk memanggil/menyapa ini paling sering saya dapati di pos satpam komplek rumah saya..somehow, orang-orang begitu enggan membuka kaca mobil mereka untuk menyapa para satpam yang budiman…Wahai warga yang tertib, para satpam adalah mahluk bertelinga yang perlu kita jaga kemampuan dengarnya demi keamanan bersama. Lagipula, membuka jendela dan menyapa adalah cara yang jauh lebih elok dan bisa jadi lebih mengakrabkan satpam dengan warganya.

Mudah-mudahan orang-orang yang membaca posting ini bisa membantu menyebarkan perkara ini sehingga tak ada lagi satpam-satpam yang terkena resiko berkurangnya pendengaran dini keharmonisan antara warga dan satpam bisa terwujudkan….


Desperate Housewives Season 7

Kalau anda mencari review tentang tv series dengan judul di atas, maka anda salah tempat. Desperate housewives bukanlah salah satu dari beberapa tv series yang perkembangannya saya ikuti, bahkan saya cukup terkejut ketika mendapati tv series ini telah mencapai season ke-7… (well, seperti halnya saya terkejut mendapati cinta fitri ada pada bilangan yang kurang lebih sama…) Dan terakhir saya menonton salah satu episode dari desperate housewives adalah….season 1…yes, that’s correct, season 1 (jangan tanya kapan saya terakhir menonton Cinta Fitri…)

Which brought me back in time….

Waktu itu, 5-6 tahun lalu pastinya saya kurang ingat…saya berjalan kaki menuju rumah seseorang, entah mengapa saya tidak bawa mobil dan entah dengan alasan apa saya menuju rumah tersebut, tapi saya ingat saya memakai baju berwarna abu-abu…kenapa?karena dia bilang warna tersebut bagus untuk laki-laki..

And there she was…sedang menonton desperates housewives season 1 hasil sedotan dari rileks (kalau anda kuliah dengan baik di ITB, anda pasti tahu apa itu rileks…) menggunakan komputer jangkrik yang dilengkapi dengan monitor tabung…monitor lcd masih merupakan barang mewah pada waktu itu..

Tidak ada hal yang penting tentang kejadian itu….tidak ada masalah yang dibuat atau dipecahkan dan tidak ada uang yang dihasilkan (beberapa ribu rupiah keluar dari kantong saya untuk ongkos angkot)..satu-satunya alasan saya mengingat kejadian tersebut adalah karena pada saat itu, saya menaruh hati padanya…namun pada saat itu, saya memiliki seorang pacar (kalau mantan pacar yg dimaksud membaca posting ini, mohon diingat kalau kita sudah hampir 4 tahun putus dan kamu sudah punya 2 pacar setelah saya…jadi, tidak ada gunanya marah-marah sekarang.. :p)

Dan, saya tidak pernah sepenuhnya mengakui kalau saya pernah menaruh hati padanya…tidak pada dia, tidak pada orang lain…sampai tahunan berlalu, dan dia pun kini telah mempunyai anak….

And this is why sometimes I hate social media…

Terkadang, lebih baik bagi kita untuk tidak mengetahui kenyataan..dengan tidak mengetahui kenyataan, kita bebas menentukan kenangan apa yang kita inginkan terhadap seseorang..let’s say anda punya seorang teman ketika SD yang gemar memberi anda permen..ketika SMP, kalian berpisah dengan air mata dan anda pun selalu mengingatnya dengan memori yang termanis..that is until 2010 ketika anda mendapati di facebook bahwa kini dia telah menjadi tukang jagal menjangan yang dilindungi oleh pemerintah (menjangannya, bukan tukang jagalnya…) dan memori itu pun hancur berkeping-keping….

Lebih sering daripada tidak, kita akan mencari kecengan-kecengan lama kita di facebook, twitter, or even google… (yang bilang nggak pasti punya masalah dengan akses ke internet dan atau ga bisa baca tulis..)

Saya melakukan itu…dan dengan suksesnya, saya menemukan bahwa 3 orang peringkat teratas kecengan saya selama SMA dan kuliah….sudah punya anak…

Dan itu membuat saya sedikit miris…bukan karena saya iri dengan kebahagiaan mereka (well..a little…), tapi karena kalimat “what if” terus berlarian di benak saya…membuat saya sedikit penasaran, bagaimana yang akan terjadi jikalau saya bla bla bla..

Anyway, salah satu fakta intriguing lainnya adalah bahwa dua orang mantan pacar saya mendapatkan beasiswa S2 ke luar negeri…yang ini sih tidak terlalu membuat miris…(well..a little as well…)

Dan dari desperate housewives pikiran saya pun nyasar cukup jauh sampai mendapati fakta-fakta demikian..saya perlu beritahukan pada perempuan-perempuan di luar sana yang setelah membaca tulisan ini ingin mencoba peruntungannya untuk cepat-cepat mendapatkan anak atau beasiswa ke luar negeri…saya sudah tobat…jadi tidak usah dicoba-dicoba, nanti anda malah kecewa…

Akhir kata, saya harap tidak ada yang melaporkan saya ke komnas HAM karena judul postingan yang misleading dan memberikan ekspektasi yang tidak sesuai dengan isi…


life

last year….

I have my own first house…with my name on the certificate…and live there alone

I had my first promotion…

I went to paris, rome, barcelona, amsterdam

and back again to Paris, stayed there for three months…during the time I also went to milan, hamburg, bremen, madrid, rotterdam, den haag…had my first eid (both eid in fact) abroad for the first time in my life..

I watched NBA game and european football, live and directly!

all that made me realize..

an exciting life that you lived alone…is a lonely life…


work hard… play hard?

Saya ketuk pintu hati manusia yang pertama kali mengeluarkan kata-kata ini.

Jikalau waktu manusia yang tak kita ketahui kadaluarsanya dipakai untuk bekerja dan bermain, maka di mana waktu untuk akhirat?

Dan saya akan jernihkan pikiran orang yang beralasan bahwa kerja adalah ibadah.

Karena kerja dapat menjadi ibadah dan bukan adalah. Sebaliknya pekerjaan pun bisa menjadi thagut. Menjadi penyebab kemusyrikan ketika dinomorsatukan bahkan lebih dari kewajiban yang seharusnya. Dan saya pastikan orang-orang yang menunda atau bahkan melupakan shalatnya tanpa uzur karena pekerjaan maka tak bisa dikatakan pekerjaannya adalah ibadah.

Sekarang ramai isu Ahmadiyah di media, banyak kaum muslimin, yang mengerti mau pun yang tidak, menghujat karena mereka menghianati agama dengan mengakui nabi baru. Saya tak hendak membela Ahmadiyah, jauh dari situ niat saya. Namun, saya ingin membawa pada sedikit perenungan. Ahmadiyah kita hujat karena mereka mengakui nabi baru, padahal banyak kaum muslimin yang telah mengakui tuhan baru. Dan tuhan-tuhan baru itu ada dalam praktek perdukunan, meminta pada kuburan, mengutamakan dunia, uang, pekerjaan, kekuasaan, dan hukum buatan manusia. Berhati-hatilah kita ketika menunjuk Ahmadiyah karena mungkin 1 jari mengarah pada mereka sedang 4 jari lainnya pada diri kita sendiri.

Dan inilah yang terjadi ketika kita menuhankan dunia. Allah SWT akan memenuhi dada kita dengan kesibukan yang tidak henti-henti dan tidak ditutup kemiskinan hati ini.

Manusia jaman sekarang.

Kerja 8-12 jam sehari. Lima hari dalam seminggu, kadang lembur akhir pekan kejar setoran.

Ada waktu luang dan sedikit uang dipakai senang-senang.

Kalau dipanggil atasan langsung datang kalau dengar adzan nanti aja dua jam mendatang.

Wewangian dipakai kalau ke nikahan, jumatan biar saja bau bawang.

Lalu mati.

Lantas mana porsi waktu kita untuk akhirat kalau prinsip kita work hard, play hard? Sedang waktu itu hanya 24 jam, dan 1/4 nya saja sudah untuk istirahat dan 1/3 sudah untuk bekerja. Dunia ini selalu menjauh dan akhirat selalu mendekat.

Maka, mari kita ganti prinsip ini dengan…

PRAY HARD, WORK HARD

pray comes first, then work..karena tidaklah diciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah…dan seorang muslim yang baik pun tidak akan menyiakan-nyiakan waktunya.


Opini Tanpa Ilmu

Demokrasi produk Barat mengajarkan bahwa kebebasan bersuara dan berpendapat adalah hak setiap warga.

Coba lihat ke layar televisi dan saksikan rapat anggota dewan yang terhormat. Semua bersuara lantang, panjang, dan seringkali menantang. Sahut-menyahut ke sana kemari, entah siapa yang mendengarkan.

Lihatlah situs jejaring sosial atau forum-forum di dunia maya. Sana-sini beropini, dari yang mumpuni sampai yang tak mengerti. Entah apa yang dicari. Lalu akan muncul yang menimpali, sekedar sundul, memberi jempol, berkata pendapat baru, atau malah menyalahi.

Lalu adakah semua berfaedah?

Saya tidak menginginkan sebuah sistem di mana kebebasan berbicara dikekang, tetapi saya pun bukanlah pengagung-agung demokrasi yang mengharuskan semua orang, berilmu mau pun tidak, untuk memiliki hak bersuara dan berpendapat yang sama. Resapi ayat ini:

”Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.” (Al-Isra: 36)

Jikalau untuk mengikuti yang kita tidak punya ilmunya saja tidak boleh, maka selayaknya untuk sesuatu yang kita tak punya ilmu tentangnya pun kita tak perlu beropini. Perhatikan juga hadits ini:

”Sesungguhnya seorang hamba apabila berbicara dengan satu kalimat yang tidak benar (baik atau buruk), hal itu menggelincirkan dia ke dalam neraka yang lebih jauh antara timur dan barat” (Shahih, HR. Al Bukhari no. 6091 dan Muslim no. 6988, dari Abu Hurairah)

Sungguh produk-produk Barat telah masuk dalam keseharian kita sehingga demokrasi seolah-olah merupakan sistem terbaik dan manusia-manusia yang banyak bersuara dan berpendapat selalu dinilai sebagai yang maju, padahal belum tentu.

Maka marilah kita menjaga lisan, baik yang dari lidah atau pun yang dari keyboard karena opini yang tak didasari ilmu adalah polusi.

-dan para filsuf pun akan mengatakan bahwa tulisan ini pun merupakan sebuah opini yang mungkin tidak perlu disampaikan seperti halnya Gerakan Non Blok yang sejatinya pun merupakan sebuah Blok tersendiri-


Value of Failure

A boy is crying silently.
His dad came to him and asked him,
“What is it, Son?”
The boy weep and said,
“Dad, I’ve failed to be number one in the class”
Upon hearing it, His dad smiled,
“Son, do you know someone who never failed in his/her life?”

The boy shaked his head..

“Son, if someone never failed in his/her life it means that he/she is not aiming high enough. Even the greatest people in the history of the planet failed during certain period.”

The boy listened very carefuly to his dad..

“The great engineer, Thomas Alfa Edison failed so many times before inventing light bulb lamp. The great athlete, Michael Jordan, had to failed 7 years before winning a championship ring. And Even the great prophet, Muhammad, had to struggle years and years of cruel rejection from his own people before he could be one of the most influential human being ever. Kiddo, real succes happens if and only if you have overcome a failure.”

And that is the value of a failure, it defines the definition of success.

-Ditulis di Jakarta, diunggah di Balikpapan-


After Taste

Setiap sesuatu yang bisa dikonsumsi memilikinya. Terkadang manis, pahit, atau mungkin rasa yang lebih unik lagi semacam membuat ingin jungkir balik, traumatis, dan sebagainya. Durasi  dan besaran efeknya pun bervariasi, ada yang sebentar tapi meledak-ledak, atau malah sebaliknya, tak terlalu meledak-ledak namun bertahan sepanjang usia. Saya tidak akan membahas mengenai makanan karena saya bukanlah seorang ahli kuliner. 

Perkara yang ingin saya bahas, tentunya, adalah mengenai selain makanan, seperti mungkin film atau pun buku. Buku dan film bisa memiliki efek-efek yang unik bagi penikmatnya. Saya teringat ketika kakak perempuan saya tidak berani tidur sendiri setelah membaca salah satu karya Agatha Christie yang sudah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia, yaitu “Pembunuhan Roger Ackroyd”. Saya ingat juga demam membuat puisi yang terjadi pada teman-teman sekelas saya di SMA setelah salah seorang  dari kita membawa karya maestro puisi Kahlil Gibran.

Berikut adalah sedikit daftar dari berbagai after taste  dahsyat yang pernah saya rasakan beserta sumbernya. Baca entri selengkapnya »


A Job is Just a Job

A job is just a job

Our parents spent their money to pay for our education to ensure that we could get one of those so called decent job in the future. We spent years and years in school, spent more time to look for it, and leave your hometown and families when you got it.

A job is just a job,

It is where we could contribute and make our life worthwhile. It provides us and our family with money, health insurance, house loan, and other securities in life.

A job is just a job,

Do you best in it, because it makes a difference.

But don’t live with it, because it won’t take care of you in sickness.

Don’t take it home, because it won’t make you feel less lonely when you’re all alone.

Don’t spend more than 8 hours a day, because it’s already one-third of your life and it could not provide food for your soul.

A job is just a job, treat it that way. Not less, not more.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.