Catatan Lanang 2: Arti berharga
Malam itu, Lanang terduduk sendiri di meja belajar rumahnya. Di hadapannya terhampar secarik kertas dan sebuah pena. Dibacanya kembali pesan singkat dari Gadis yang masuk beberapa saat yang lalu.
Actually i wanna ask u again bout that, tp blom, maksudnya bharga tuh gmn?dah jam tidur ya Nang?slamat tidur y..jgn lupa bangunin aku.nite2
“Berharga?apa arti berharga?apa arti Gadis untukku?kenapa dia terus menerus hadir dalam pikiranku?dan kenapa aku terus ingin menghabiskan waktuku bersamanya?kenapa…?”
Hari ini, Lanang kembali menghabiskan waktu bersama Gadis. Siang hari tadi Lanang menjemput Gadis ke ujung dunia untuk bersama-sama berangkat menuju Kota Kembang. Akhir pekan ini mereka akan menjalani prosesi wisuda yang meresmikan gelar Sarjana Teknik di belakang nama mereka.
Kejadian di akhir pertemuan mereka hari ini yang membuat Lanang saat ini tercenung. Setibanya di Bandung, Lanang dan Gadis makan malam bersama. Kemudian, Lanang mengantar Gadis ke tempat tinggalnya di Air Situ. Sebelum bubar jalan ke alam masing-masing, mereka memutuskan untuk berkunjung, bersilaturahmi, bermain, dan bersenda gurau di Iwang untuk mengisi sisa-sisa malam.
Sampai tibalah saat itu. Gadis ternyata harus kembali ke tempat tinggalnya karena mantan kekasihnya ingin berkunjung.
“Aku cemburu, aku masih ingin menghabiskan waktu denganmu…” pikir Lanang saat itu
Lanang sadar bahwa Gadis masih dibayang-bayangi oleh mantan kekasihnya. Walaupun sang mantan telah memiliki kekasih baru, Gadis belum berhenti berharap padanya. Lanang pun sudah beberapa kali mendengar curahan hati Gadis tentang ini. Namun, Lanang tak menduga bahwa pada akhirnya ia akan merasakan perasaan cemburu seperti ini.
Lanang pun bingung karena ia belum sepenuhnya mengerti terhadap perasaan yang sekarang ada di dirinya. Ia menyadari bahwa kini Gadis sudah lebih dari sekedar teman. Tapi ia juga tak mengerti apa yang ia inginkan dari Gadis. Kejadian sehari sebelumnya ketika mereka bertualang berdua di ibukota membuatnya semakin bingung. Sebelum hari itu, ia yakin bahwa Gadis adalah sahabat yang sangat berarti. Sahabat, tak lebih dari sahabat dekat yang saling mengerti dan dapat menciptakan waktu bersama yang menyenangkan.
Kini, Lanang ragu bahwa ia hanya ingin menjadi sahabat bagi Gadis. Lanang kini merasakan debar ketika ia bersama Gadis. Ia merasakan rindu ketika Gadis tak ada di dekatnya. Kini, Lanang merasakan cemburu ketika Gadis menghabiskan waktu bersama laki-laki lain.
“Apakah aku menginginkan Gadis?”
Kalaupun benar Lanang menginginkan Gadis, tak semudah itu. Ini bukan hanya masalah ketertarikan atau perasaan di antaranya keduanya. Andaikan mereka saling memiliki perasaan pun, masih ada pembatas di antara keduanya. Lanang dan Gadis berbeda keyakinan. Masalah yang telah menggugurkan banyak cinta di bumi negara Asal Susi Susanti ini. Masalah yang dapat menghasilkan jutaan rupiah apabila dimanifestasikan oleh orang-orang dengan bakat musik seperti Yovie Widianto. Masalah ini pula yang menyebabkan Gadis harus berpisah dengan sang mantan.
Semakin Lanang pikirkan, semakin bingung dirinya. Ia tidak dapat memutuskan apa yang ia inginkan. Tiba-tiba saja ia dekat dan memiliki perasaan yang begitu merasuk ke dalam hatinya. Situasi hatinya makin berkecamuk karena tak lama lagi ia harus pindah ke Kota Minyak nun jauh di seberang pulau. Lanang masih bingung, tetap bingung, dan mungkin akan terus menerus bingung. Tapi satu hal yang pasti, Lanang ingin Gadis tahu dan mengerti arti dirinya untuk Lanang.
Maka, tangan Lanang pun mulai bergerak menggoreskan penanya di atas kertas.
Berharga berarti aku bersyukur akan setiap detik yang aku habiskan bersamamu
Berharga berarti aku memikirkanmu dalam keseharianku
Berharga berarti dirimu mewarnaiku dalam dunia nyata maupun dunia mimpi
Berharga berarti aku takut untuk menjalani waktuku tanpa kehadiranmu
23 Oktober 2007
detik-detik perpisahan tidak bisa kuhentikan
berharga berarti aku ingin dapat menghabiskan detik-detik ini bersamamu
kamu ada di saat-saat terberatku dan setelah itu
kamu memberikan saat-saat indah untuk kukenang
kenangan yang sangat mungkin untuk memberatkan langkahku
berharga
“it simply means that I would pay the price I have to just to to spend more time with you”
*Lanang*



indah.. sangat indah..
seakan-akan gw ikut ngerasa apa yg lanang rasain
hang in there ya, nang..
jelita alamanda
Januari 19, 2008 at 12:27 am
waaah…lanang…
dia romantis sekali…
*maaph baru baca,dims
cabindut
Januari 29, 2008 at 5:32 pm
emang Lanang mah romantis kali…Gadis aja bilang gitu..hahahah
dimaskodri
Februari 5, 2008 at 11:55 pm
yup.. those are great words.. and i’d be thankful if anyone say those to me.. huhuhu
semangat y nang..
asthary
Februari 10, 2008 at 2:29 am