Rangkuman Ceramah tadi Subuh
Udah lama ga posting, mari kita isi blog ini dengan materi-materi yang berguna. Belum cukup aplikatif keur urang, tapi ga ada salahnya punya ilmunya kan? Jadi biar pada waktunya udah siap.
Tema ceramah tadi subuh adalah tentang membangun generasi penerus.
Berhubung urang rada ngantuk pas ceramah, jadi agak-agak ga urut rangkumannya, mudah-mudahan ga menghilangkan intinya dan tetap bermanfaat. Begini isinya kira-kira.
Mari kita mulai dengan basmalah…Bismillahirrahmaannirrahiim…
Anak memiliki berbagai hak yang harus dipenuhi oleh orang tua dalam rangka pembentukan diri anak tersebut.Hak-hak ini perlu dipenuhi, agar anak tidak hanya menjadi perhiasan dunia melainkan juga sebagai amal jariyah.
1. Hak atas ilmu
Ada 4 tahapan usia dalam kehidupan manusia. Keempat tahapan ini punya parameter keberhasilannya masing-masing.
- 0 – 20 tahun. Tahap pencarian ilmu. Parameter keberhasilan tentunya dinilai dari sejauh mana ilmu yang dimiliki..
- 20 – 40 tahun. Tahap aplikasi ilmu dan membangun kehidupan. Parameter keberhasilannya adalah memilki istri, anak, pendapatan yang lebih besar dari pengeluaran, kendaraan yang membantu mobilitas, harta yang bergerak, dan jaminan hari tua.
- 40 – 60 tahun. Tahap di mana segala hal yang di dapat di usia 20 – 40 tahun dimanfaatkan untuk peningkatan kualitas diri. Parameternya adalah wibawa, waktu ibadah yang semakin banyak, amal-amal yang meningkat sebagai penghapus dosa-dosa, dan anak-anak yang berkualitas dan bisa dilepas.
- 60 – akhir hayat. Tahap ini merupakan tahap transisi dari kehidupan dunia ke kehidupan berikutnya. Pa
- rameter keberhasilannya adalah kesiapan untuk meninggalkan dunia.
Berkaitan dengan tahap 0-20 tahun, ini adalah tahap di mana seorang anak berhak untuk mendapatkan bimbingan dari orang tuanya dalam proses pencarian ilmu. Seorang anak berhak atas beberapa ilmu, yaitu:
- Ilmu syar’i. Ilmu pembentukan hati.
- Ilmu profesil. Ilmu pembentukan diri.
- Ilmu bela diri. Ilmu pembentukan fisik.
Ketiga ilmu ini wajib difasilitasi oleh orang tua.
2. Hak atas 1 bapak dan 3 ibu
Apakah yang dimaksud dengan 1 bapak dan 3 ibu? Seorang anak berhak atas 3 ibu (bukan makna harfiah berupa 3 manusia) yaitu ibu kandung, ibu susu, dan ibu guru. Idealnya, seorang ibu bisa memenuhi kesemuanya.
Usia 0-3 tahun adalah usia dimana seorang anak pertama kali diberikan dasar-dasar keinsanian. Seorang ibu kandung memiliki peran untuk memberikan kasih sayang bagi si anak. Seorang ibu susu bertugas untuk memberikan kebutuhan lahir yang alamiah bagi seorang anak (baca: ASI). Ibu guru berperan sebagai orang pertama yang memasukkan nilai-nilai yang edukatif terhadap anak. Bapak memiliki posisi dan tanggung jawab sebagai kreator suasana kondusif demi kelancaran semua proses tersebut.
3. Hak atas keringanan dari pengaruh eksternal
Apakah yang dimaksud dengan keringanan dari pengaruh eksternal? Pengaruh eksternal seringkali tidak konsisten dan memberikan kebingungan pada diri seorang anak. Orang tua harus bisa membimbing, menjelaskan, dan mengarahkan seorang anak agar ia tidak tersesat. Pengaruh eksternal tersebut adalah:
- Rumah. Ketidakkonsistenan di rumah bisa terjadi antara bapak dan ibu, intervensi dari pihak selain bapak ibu (kakek-nenek, pembantu, dsb)
- Sekolah. Bisa terjadi karena kurikulum yang berubah-ubah, ketidakkonsistenan antarguru atau antar mata pelajaran.
- Dakwah. Bisa terjadi karena percabangan yang begitu banyak dan tak jarang menimbulkan perselisihan.
- Lingkungan pergaulan. Bisa terjadi karena adanya berbagai jenis komunitas dengan pengaruhnya masing-masing
- Media. Keberadaan media yang begitu banyak jenisnya, hadir 24 jam, dan arus informasi yang kadang tanpa filter.
- Politik/Negara. Bisa terjadi karena situasi politik dan negara yang tidak jelas. Begitu banyak partai dengan kepentingan dan kebijakan yang berbeda-beda.
Baiklah, itulah yang bisa saya sampaikan. Sebenarnya bahasan ini belum tuntas, tetapi karena keterbatasan waktu maka untuk saat ini hanya itulah yang bisa saya sampaikan. Mudah-mudahan bisa berguna bagi rekan-rekan pada umumnya dan bagi saya sendiri khususnya..



Paramaeter keberhasilan untuk 20 – 40 tahun sangat amat belum terpenuhi, hahaha…
Haris FaBiaN
September 12, 2008 at 12:18 pm
ckckkck…
blog lo berguna buat adek2 kita yg masih harus nyatet ceramah ramadhan..
*masih inget ga jaman2 dulu?? catet ceramah trus ngantri di mesjid supaya dpt tandatangan atau cap mesjid..*
cabindut
September 19, 2008 at 3:54 pm
mencatat kuliah subhuhkah? wah, rajinnya, saluutt
salam kenal
firman
Oktober 23, 2008 at 1:47 am