Kataku KODRI

cerita saya dalam kata-kata, isinya…. ya liat aja sendiri

Sepenggal Kenangan Saya bersama Bayu Indra Triananto…

with 3 comments

Balikpapan, 12 Desember 2008

Saya pertama kali berkenalan dengan Bayu Indra Triananto di aula SMA 3 Bandung. Saat itu MOS baru saja dimulai. Kami masih sama-sama menggunakan baju putih dan celana pendek berwarna biru tua yang jelas-jelas mengumbar aurat kami. Tulisan di lengan kanan saya bertuliskan “SLTP Pupuk Kujang Cikampek” sedangkan di lengan dia bertuliskan “SLTP Nasional KPS Balikpapan”. Kebetulan regu MOS saya, regu 5 (yang diantaranya berisikan Kiki Barkiah, Aldhi Wibawa, Ramdhan Ismanto, Khalifah Badar, dll) duduk bersebelahan dengan regu dia. Di sanalah saya berkenalan dengannya, seorang anak SMP berkaca mata, bertubuh langsing, dengan kaki dan tangan yang panjang menjelang. Perkenalan yang jauh dari mengesankan dan sama sekali tidak signifikan.

Pertemuan kedua terjadi di lapangan Bali. Kami sama-sama datang dan bermain di latihan perdana UBBAS 3. Saya ingat dengan jelas bagaimana Bayu sangat menonjol di latihan perdana itu. Di antara para debutan dia tampil cemerlang dengan loncatan yang tinggi, teknik yang cukup, dan stamina yang tiada habisnya. Di lapangan basket ini lah pertemuan antara kami memberi arti yang signifikan. Semenjak hari itu, kami bersama di UBBAS. Latihan bersama kami jalani di Lapangan Bali, Lapangan Kodim, Ajendam, Sabuga. Pertandingan pertama yang kami jalani bersama diadakan di POLTEKPOS pada akhir tahun 2000. Tim waktu itu beranggotakan saya (1-5), Bayu (1-6), Wahyu dan Gozalfan (2002), Ahong (1-8), Redi (1-9), Ade (1-6), Ery (1-9), Yudhis (1-1), Ibek (1-4), dua orang lagi mohon maaf saya lupa, ada yang ingat? Kami kalah dua angka melawan SMA 5 Cimahi dalam pertandingan itu.

Setelah pertandingan tersebut, para debutan-debutan kelas 1 mulai berhenti satu per satu dan menghilang dari latihan rutin UBBAS 3. Anggota yang masih bersisa dan mampu menjaga eksistensinya di UBBAS (sampai minimal 2 tahun) tidak banyak, hanya saya, Bayu, Ade, Yudhis, Ibek, Uwie, Thyas, dan Anna. Kebersamaan di UBBAS ini yang menjadikan kami sahabat. Pertemuan yang diawali di lapangan basket pun menjadi lebih luas. Kosan Bayu di rakata, rental PS di jalan lombok, kosan bayu berikutnya di Bali 1, dan berbagai tempat lain menjadi kenangan dari persahabatan kita.

Semakin dekat kita dengan seseorang, semakin mungkin terjadi perselisihan dengannya. Itu pula yang terjadi antara saya dan Bayu. Persahabatan kami pernah diwarnai cek cok. Saya ingat sehabis pertandingan basket antara 2-5 dan 2-10, yang dimenangkan oleh 2-10, Bayu mengirim SMS yang kalau tak salah isinya begini, “Mas, aku minta maaf ya tadi mainnya kasar”. Hehehe…sekarang itu menjadi kenangan yang sangat unik.

Dua tahun dan satu caturwulan berlalu. Dalam masa dua tahun satu caturwulan itu kita terus bermain bersama dan selalu berhasil menjaga posisi kita di tim basket SMA 3. Bayu memulai sebagai playmaker, dan berakhir sebagai pemain serbabisa yang selalu siap ditempatkan di mana saja. Kelas 3 cawu dua, Bayu memutuskan untuk berkonsentrasi di studi, dan saya tetap bermain sampai batas maksimal. Di tahun 2003, jalan kita semua pun bercabang. Saya tetap di Bandung, dan Bayu ke Malang selama setahun sebelum akhirnya berlabuh di Surabaya.

Pertemuan terakhir kami terjadi di Balikpapan pada pertengahan tahun 2006. Saya yang sedang menjalani masa kerja praktek di Pertamina UPV Balikpapan, Anggandanu DP yang sedang kerja praktek di Total E&P Indonesie, dan Bayu yang sedang menjalani masa libur kuliah bertemu di lapangan Merdeka. Kami duduk berbincang bersama di lapangan Merdeka melihat orang-orang yang berolahraga. Dua hari kemudian saya dan Bayu pergi bersama menggunakan motornya untuk bermain basket.

Satu setengah tahun kemudian saya hijrah ke Balikpapan. Kami sempat berencana bertemu, tetapi jodoh tak kunjung tiba, dan tatap muka di antara kami tak pernah terjadi lagi. Perbincangan antara kami hanya berlangsung di dunia maya. Bayu beberapa kali menceritakan tentang laporan kerja prakteknya yang tak kunjung usai dan Tugas Akhir yang mulai membayang-bayangi. Pernah juga ia bertanya dan meminta tips tentang proses rekrutmen di Total E&P Indonesie.

Dan hari ini…..
Saya masih di kantor sekitar pukul 19.00 WITA ketika Hestia Palomita memberi kabar ini. Ia belum percaya dan meminta saya mencari info lebih lengkap.
Lalu saya pun menelpon Pratama Paramarta dan mendapati bahwa kabar dari Hestia benar adanya. Bayu Indra Triananto (1-6, 2-10, IPA 1, FT ITS ‘04) telah meninggal dunia akibat demam berdarah. Semua kenangan yang saya ceritakan berkelebat dalam pikiran saya. Sulit dipercaya, tapi itulah takdir Allah SWT. Tidak pernah ada yang tahu kapan dan bagaimana nyawa seseorang dicabut. Saat saya menulis ini, saya masih mencari dan berhitung apakah perjalanan Balikpapan – Surabaya – Malang dapat saya tempuh untuk menghadiri pemakamannya. Namun yang pasti, doa telah saya panjatkan, dan saya yakin doa puluhan, bahkan ratusan rekan-rekan SMA 3 ‘03 juga telah dipanjatkan. Mudah-mudahan seluruh amalannya diterima dan dosa-dosanya dimaafkan.

Selamat jalan Bayu Indra Triananto…

Dimas Anugra Kodri (1-5, 2-5, IPA 6, TK ITB ‘03)

Written by dimaskodri

Desember 12, 2008 pada 10:30 pm

3 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Assalamualaikum…
    Denger cerita mz di atas sy jd teringat lagi. Mas Pohon (begitu panggilan akrabnya di kampus) memang orang yg sangat baik, tak terkira baiknya. Semoga ini smw yg trbaik bwt dia y mz. Karena Allah sayang sama mz Pohon. Semoga ia mendapat tempat yg trbaik disisi-Nya. Amin

    fyiz

    Desember 25, 2008 at 10:45 am

  2. kang, sekarang udah lulus ya? saya juga anak ubbas angkatan 011 (skarang klas 1).. salam knal.

    doandy

    Januari 16, 2009 at 8:26 pm

  3. selamat jln kawan kami akan selai mendoakan m agar hidup tenang disana…semua kenangn it tidak akan lekang oleh waktu

    dandung

    Juni 10, 2009 at 5:10 pm


Tinggalkan Balasan