Ladis
Kala itu Maret 2008
Alkisah Lanang seorang karyawan Perusahaan “Habis-habisan” yang berdomisili di Kota Minyak sedangkan Gadis adalah tenaga lulusan segar yang baru saja diterima di sebuah perusahaan bernama “Hari Libur Tetep On” yang merupakan perusahaan oil service langganan “Habis-habisan”. Gadis masih berdomisili di Kota Kembang, sambil sesekali menghabiskan waktunya di Ibukota Negara Asal Susi Susanti
4,5 tahun sejak mereka saling mengenal
6 bulan sejak mereka dekat
5 bulan sejak Lanang hijrah dari Kota Kembang menuju Kota Minyak
2 bulan sejak seharusnya Gadis dan Lanang tak boleh lagi saling mengusik hidup masing-masing
beberapa hari sejak Gadis memutuskan ia ingin bersama Lanang dan membuka jalan untuk saling mengusik kembali
Hari itu Lanang berada di Kota Kembang, mengusik Gadis tanpa harus bersembunyi dari segala mara bahaya karena memang Gadis boleh dan ingin diusik Lanang. Lanang datang ke Kota Kembang dengan alibi menghadiri ajang terancamnya keperjakaan seorang rekan hilang karena pinangannya (pinangan temannya Lanang, bukan Lanang) atas seorang perempuan diterima dengan baik. Pada ajang itu Lanang membawa Gadis, kali ini berdua karena memang boleh seperti itu (pada ajang sebelumnya Lanang harus membawa Wiwi demi sebuah alibi tidak datang berdua sahaja dengan Gadis). Tak pelak, alasan sesungguhnya Lanang kembali ke Kota Kembang, seperti sebelum-sebelumnya, adalah Gadis.
Sejak 5 bulan lalu mereka pertama dekat hingga kala ini, banyak sekali yang terjadi. Sebagai ilustrasi, menjaga hubungan dekat yang baru saja dimulai dengan situasi terpisahkan perjalanan darat ~ 3 jam dan udara ~ 2 jam bukanlah situasi yang mudah untuk dihadapi. Situasi pun akan semakin runyam dengan hadirnya orang lain, bisa baru atau pun lama ke dalam kehidupan masing-masing pelaku. Tapi bila cinta sudah bicara (ini adalah sebuah metafora, bukan tokoh baru yang benar-benar bisa berbicara secara harfiah) maka manusia akan menemukan berbagai jalan menujunya.
Jalan yang Lanang dan Gadis temui adalah salah satu yang paling ekstrem.
Tampaknya ~3 jam perjalanan darat + ~ 2 jam perjalanan udara belum cukup untuk menguji mereka. Salah satu konsekuensi yang Gadis harus terima dari pekerjaan yang akan ia jalani adalah pemindahan domisili ke Kota “Bagian dari Bunga yang Menyakitkan (BdByM)”. Konsekuensi logis dari transfer ini adalah bertambahnya jarak tempuh pertemuan mereka menjadi + ~ 2 jam perjalanan udara + ~ 2 jam perjalanan udara (lagi) + ~ 4 jam perjalanan darat. Belum, belum cukup ujian itu karena Gadis harus menjalani waktu kerja yang tak jelas, dengan libur yang tak jelas pula, dan harus menjalani training berbulan-bulan di pelosok belahan bumi yang belum diketahui secara jelas di mana.
Dan kala ini, Lanang dan Gadis tak mau lagi membiarkan sesuatu apa pun menghalangi keinginan mereka bersama.
Di saat ini, di suatu sudut di Kota Kembang, Lanang meminta Gadis melalui prosedur yang cukup retoris karena sudah diketahui jawabannya untuk melangkah bersamanya. Untuk meleburkan aku dan kamu menjadi kita. Dengan segala situasi yang ada, dengan walaupun tak tahu kapan mereka bisa bertemu lagi setelah ini, dengan menyadari segala daya upaya yang harus dikerahkan akan sangat banyak untuk mewujudkan sesuatu dari hubungan mereka, dan tanpa paksaan dari pihak mana pun, mereka pun memutuskan untuk bersama.
April 2008
Lanang di kota Minyak dan Gadis di Kota BdByM, mereka bersama.



hmm..kisah fiktif..setahun lalu..
natashasamosir
April 7, 2009 at 10:33 am
fiktif?
kok tau fiktif…??
dimaskodri
April 8, 2009 at 10:02 am
lho kan masuk dalam cerpenbung kan?
natashasamosir
April 8, 2009 at 1:01 pm
ohhhh…
gitu ya..
fiktif aja kah??
dimaskodri
April 8, 2009 at 2:33 pm
lho yg bikin cerita siapa?kok nanya aku?
natashasamosir
April 22, 2009 at 12:53 am