Opini Tanpa Ilmu
Telah dituliskan: Februari 23, 2011 Filed under: sekedar kata-kata Leave a comment »Demokrasi produk Barat mengajarkan bahwa kebebasan bersuara dan berpendapat adalah hak setiap warga.
Coba lihat ke layar televisi dan saksikan rapat anggota dewan yang terhormat. Semua bersuara lantang, panjang, dan seringkali menantang. Sahut-menyahut ke sana kemari, entah siapa yang mendengarkan.
Lihatlah situs jejaring sosial atau forum-forum di dunia maya. Sana-sini beropini, dari yang mumpuni sampai yang tak mengerti. Entah apa yang dicari. Lalu akan muncul yang menimpali, sekedar sundul, memberi jempol, berkata pendapat baru, atau malah menyalahi.
Lalu adakah semua berfaedah?
Saya tidak menginginkan sebuah sistem di mana kebebasan berbicara dikekang, tetapi saya pun bukanlah pengagung-agung demokrasi yang mengharuskan semua orang, berilmu mau pun tidak, untuk memiliki hak bersuara dan berpendapat yang sama. Resapi ayat ini:
”Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.” (Al-Isra: 36)
Jikalau untuk mengikuti yang kita tidak punya ilmunya saja tidak boleh, maka selayaknya untuk sesuatu yang kita tak punya ilmu tentangnya pun kita tak perlu beropini. Perhatikan juga hadits ini:
”Sesungguhnya seorang hamba apabila berbicara dengan satu kalimat yang tidak benar (baik atau buruk), hal itu menggelincirkan dia ke dalam neraka yang lebih jauh antara timur dan barat” (Shahih, HR. Al Bukhari no. 6091 dan Muslim no. 6988, dari Abu Hurairah)
Sungguh produk-produk Barat telah masuk dalam keseharian kita sehingga demokrasi seolah-olah merupakan sistem terbaik dan manusia-manusia yang banyak bersuara dan berpendapat selalu dinilai sebagai yang maju, padahal belum tentu.
Maka marilah kita menjaga lisan, baik yang dari lidah atau pun yang dari keyboard karena opini yang tak didasari ilmu adalah polusi.
-dan para filsuf pun akan mengatakan bahwa tulisan ini pun merupakan sebuah opini yang mungkin tidak perlu disampaikan seperti halnya Gerakan Non Blok yang sejatinya pun merupakan sebuah Blok tersendiri-