Is This Home?
Telah dituliskan: Juli 31, 2011 Filed under: sekedar kata-kata Leave a comment »Is it?
All I see is an empty house with too much memories
Unforgettable yet too difficult to carry with
And here I am
Alone in this limbo
Trying to make my way out
Without even knowing what’s on the other side
Consider me homeless
Mimpi buruk atau….
Telah dituliskan: Juli 29, 2011 Filed under: sekedar kata-kata 1 Comment »Berikut adalah arti kata mimpi yang saya nukil dari KBBI (ya, saya punya aplikasi KBBI untuk ipad (dan ya, saya punya ipad…hohohoho))
mim·pi n 1 sesuatu yg terlihat atau dialami dl tidur; 2 ki angan-angan;
ber·mim·pi v 1 melihat (mengalami) sesuatu dl mimpi: semalam ia – dikejar harimau; 2 berkhayal; berangan yg bukan-bukan;
me·mim·pi·kan v 1 bermimpi akan sesuatu: ia – dirinya bisa terbang; 2 ki mencita-citakan (sesuatu yg susah atau tidak mungkin dicapai): walaupun pendidikannya rendah ia selalu – jabatan yg tinggi;
ter·mim·pi-mim·pi v 1 selalu tampak (terbayang) dl angan-angan; 2 bermimpi krn selalu teringat (terkenang) akan sesuatu: begitu terkenangnya ia kpd ibunya sampai ia -;
mim·pi·an n 1 apa yg dialami dl mimpi; impian 2 ki cita-cita (keinginan) yg mustahil atau susah dicapai;
pe·mim·pi n 1 orang yg suka bermimpi meskipun tidak tidur; 2 ki orang yg suka mengkhayal: lotere dianggap sbg jalan pintas bagi – untuk cepat kaya
Secara garis besar, ada dua arti harfiah mimpi. Arti pertama adalah yang secara mutlak dialami ketika sedang tidur, sedangkan arti kedua bisa terjadi dalam kondisi tidur ataupun bangun. Untuk alasan yang kurang saya mengerti, ternyata kata mimpi lebih identik dengan susah, tidak mungkin dicapai, dan mustahil. Hal ini saya rasakan sebagai sesuatu yang sangat negatif.
Lantas perkara apa yang membawa saya menulis posting ini pagi-pagi? Karena tentunya siang-siang saya bekerja. Selain itu, saya tadi terbangun dari sebuah mimpi yang tak mampu saya kategorikan. Cukup rumit, karena jikalau itu adalah mimpi buruk, maka sudah sepantasnya saya tidak ceritakan. Pun demikian, mimpi tadi tidak saya benci. Bahkan saya pun sedikit tergoda untuk meng-extendnya (baca: tidur lagi).
Di mimpi itu, saya melihat hal yang mustahil saya miliki, tidak saya miliki (bahkan dalam mimpi tidak bisa saya miliki). Dan saya jadi benci melihat definisi itu di KBBI karena saya tidak bisa menyanggahnya. Dan menyadari bahwa saya sudah menyerah terhadap mimpi itu dan menyadari bahwa saat ini saya tidak punya mimpi serta hanya ingin hal-hal yang pasti saya bisa dapatkan.
Lantas, harus dikategorikan seperti apa mimpi yang demikian?
Terkadang kita sulit untuk mengingat mimpi tidur, tapi ketika mimpi tidur dan mimpi bangun bersinggungan, kita akan mengingatnya….
Klakson Mobil dan Praharanya
Telah dituliskan: Juli 24, 2011 Filed under: sekedar kata-kata 2 Comments »Kalau anda mencari situs yang menjual klakson mobil, atau mekanisme bekerjanya klakson mobil maka bisa dipastikan anda salah tempat. Di situs ini, pada postingan kali ini saya tidak menjual atau menjekaskan, melainkan akan memberitahukan sebuah perkara yang mungkin tidak banyak disadari orang, terutama mereka yang selalu menggunakan mobil untuk urusan transportasinya sehari-hari.
Rekan-rekan, tahukah anda siapakah objek tujuan dari suara klakson?
………..
……..
…..
Tentu saja jawabannya adalah: manusia selain pengemudi mobil dengan klakson tersebut
Dan pada kasus tertentu bisa juga ditambahkan kucing komplek, anjing pemalas, dan biawak nyasar.
Namun, untuk kasus manusia perlu saya beritahukan bahwa semestinya objek tersebut berada dalam kendaraan lain (untuk selain manusia, tidak perlu berada dalam kendaraan lain).
Kenapa demikian?
Well….untuk, anda yang belum tahu karena lebih sering berada dalam mobil…Saya beritahukan bahwa suara klakson itu kencang dan bikin jantungan..Seringkali saya melihat pengemudi mobil yang tampaknya tidak menyadari ini, baik di jalan mau pun di dalam komplek tempat saya tinggal. Saya seringkali dikagetkan suara klakson mobil ketika berjalan, menggunakan sepeda, atau saat menduduki kap mobil orang (don’t ask..just don’t)
Dan fenomena meng-klakson untuk memanggil/menyapa ini paling sering saya dapati di pos satpam komplek rumah saya..somehow, orang-orang begitu enggan membuka kaca mobil mereka untuk menyapa para satpam yang budiman…Wahai warga yang tertib, para satpam adalah mahluk bertelinga yang perlu kita jaga kemampuan dengarnya demi keamanan bersama. Lagipula, membuka jendela dan menyapa adalah cara yang jauh lebih elok dan bisa jadi lebih mengakrabkan satpam dengan warganya.
Mudah-mudahan orang-orang yang membaca posting ini bisa membantu menyebarkan perkara ini sehingga tak ada lagi satpam-satpam yang terkena resiko berkurangnya pendengaran dini keharmonisan antara warga dan satpam bisa terwujudkan….
Desperate Housewives Season 7
Telah dituliskan: Juli 14, 2011 Filed under: sekedar masa laluku 4 Comments »Kalau anda mencari review tentang tv series dengan judul di atas, maka anda salah tempat. Desperate housewives bukanlah salah satu dari beberapa tv series yang perkembangannya saya ikuti, bahkan saya cukup terkejut ketika mendapati tv series ini telah mencapai season ke-7… (well, seperti halnya saya terkejut mendapati cinta fitri ada pada bilangan yang kurang lebih sama…) Dan terakhir saya menonton salah satu episode dari desperate housewives adalah….season 1…yes, that’s correct, season 1 (jangan tanya kapan saya terakhir menonton Cinta Fitri…)
Which brought me back in time….
Waktu itu, 5-6 tahun lalu pastinya saya kurang ingat…saya berjalan kaki menuju rumah seseorang, entah mengapa saya tidak bawa mobil dan entah dengan alasan apa saya menuju rumah tersebut, tapi saya ingat saya memakai baju berwarna abu-abu…kenapa?karena dia bilang warna tersebut bagus untuk laki-laki..
And there she was…sedang menonton desperates housewives season 1 hasil sedotan dari rileks (kalau anda kuliah dengan baik di ITB, anda pasti tahu apa itu rileks…) menggunakan komputer jangkrik yang dilengkapi dengan monitor tabung…monitor lcd masih merupakan barang mewah pada waktu itu..
Tidak ada hal yang penting tentang kejadian itu….tidak ada masalah yang dibuat atau dipecahkan dan tidak ada uang yang dihasilkan (beberapa ribu rupiah keluar dari kantong saya untuk ongkos angkot)..satu-satunya alasan saya mengingat kejadian tersebut adalah karena pada saat itu, saya menaruh hati padanya…namun pada saat itu, saya memiliki seorang pacar (kalau mantan pacar yg dimaksud membaca posting ini, mohon diingat kalau kita sudah hampir 4 tahun putus dan kamu sudah punya 2 pacar setelah saya…jadi, tidak ada gunanya marah-marah sekarang.. :p)
Dan, saya tidak pernah sepenuhnya mengakui kalau saya pernah menaruh hati padanya…tidak pada dia, tidak pada orang lain…sampai tahunan berlalu, dan dia pun kini telah mempunyai anak….
And this is why sometimes I hate social media…
Terkadang, lebih baik bagi kita untuk tidak mengetahui kenyataan..dengan tidak mengetahui kenyataan, kita bebas menentukan kenangan apa yang kita inginkan terhadap seseorang..let’s say anda punya seorang teman ketika SD yang gemar memberi anda permen..ketika SMP, kalian berpisah dengan air mata dan anda pun selalu mengingatnya dengan memori yang termanis..that is until 2010 ketika anda mendapati di facebook bahwa kini dia telah menjadi tukang jagal menjangan yang dilindungi oleh pemerintah (menjangannya, bukan tukang jagalnya…) dan memori itu pun hancur berkeping-keping….
Lebih sering daripada tidak, kita akan mencari kecengan-kecengan lama kita di facebook, twitter, or even google… (yang bilang nggak pasti punya masalah dengan akses ke internet dan atau ga bisa baca tulis..)
Saya melakukan itu…dan dengan suksesnya, saya menemukan bahwa 3 orang peringkat teratas kecengan saya selama SMA dan kuliah….sudah punya anak…
Dan itu membuat saya sedikit miris…bukan karena saya iri dengan kebahagiaan mereka (well..a little…), tapi karena kalimat “what if” terus berlarian di benak saya…membuat saya sedikit penasaran, bagaimana yang akan terjadi jikalau saya bla bla bla..
Anyway, salah satu fakta intriguing lainnya adalah bahwa dua orang mantan pacar saya mendapatkan beasiswa S2 ke luar negeri…yang ini sih tidak terlalu membuat miris…(well..a little as well…)
Dan dari desperate housewives pikiran saya pun nyasar cukup jauh sampai mendapati fakta-fakta demikian..saya perlu beritahukan pada perempuan-perempuan di luar sana yang setelah membaca tulisan ini ingin mencoba peruntungannya untuk cepat-cepat mendapatkan anak atau beasiswa ke luar negeri…saya sudah tobat…jadi tidak usah dicoba-dicoba, nanti anda malah kecewa…
Akhir kata, saya harap tidak ada yang melaporkan saya ke komnas HAM karena judul postingan yang misleading dan memberikan ekspektasi yang tidak sesuai dengan isi…