blunder ketiga di balikpapan (buset udah ketiga aja)

hmmm….kebodohan ketiga yang terjadi di balikpapan….di kantor aja dong (malu deh gua…)

jadi…gua mengawali hari dengan semangat di kantor karena sekretaris divisi tempat gua bekerja sudah kembali dari cutinya..oke…berkurang lah kebingungan yang terjadi kemaren2…dan…

“mbak ririn, kenalin saya newcomer, dimas. em…login saya udah jadi belum mbak?”

bentar ya…beberapa jam kemudian….mbak ririn datang dengan membawa kertas berisi user id dan login….dengan semangat gua pun siap mencoba login baru…

mmm….passwordnya kok rese bgt ya….ya udahlah ya….masukkan password yang rese itu….dan…..tada….berhasil!!!        eits langsung disuruh ganti…oke…masukkan aja password standar dimas….eh kok ga boleh ya… Baca entri selengkapnya »


blunder kedua di balikpapan…

oke…blunder kedua terjadi di hari ke-4…

jadi, hari ini ada halal bi halal perusahaan tempat gua kerja….halal bi halalnya diadain di novotel…jam 8 pagi..berhubung gua ga banyak tidur sebelumnya…dan baru bener2 tidur jam setengah 4…maka…gua dengan suksesnya ga terbangun oleh hp gua..tapi untung ada temen baik gua si brahma yang menelpon Baca entri selengkapnya »


blunder pertama balikpapan

ternyata gua belum sembuh dari blunder….

hari ke-3 di balikpapan sudah mulai bermunculan blunder2 itu…mm…diawali dengan ingatan gua terhadap rekening mandiri gua yang belum diapa2in… Baca entri selengkapnya »


blunder najep

Karena begitu banyak pertanyaan mengenai blunder najep terhadap gua, maka gua putuskan untuk menceritakan lebih lanjut peristiwa yang terjadi pada hari tragis itu….

Hari itu adalah hari jumat yang begitu cerah, langit berwarna biru, labtek tekim berwarna biru, tapi mungkin itu semua adalah pertanda untuk sesuatu yang akan berjalan salah…. Seperti kata orang tua, biru identik dengan blunder….

Di hari itu gua menjalani hari kedua menganggur dengan santai, mengawali hari di siang bolong dengan mengumpulkan berkas-berkas wisuda, pergi solat jumat bersama najep, bertemu rika 2002 dan ngobrol2 di himpunan…kemudian terjadilah blunder tersebut..

Setelah ngobrol denga rika di himpunan, gua merasa kesepian dan memutuskan untuk mencari teman-teman..setelah pergulatan panjang, gua menemukan fakta bahwa mereka ada di perpustakaan… Kemudian (gua ga menyangka bahwa keputusan gua ini akan berakibat fatal) gua akhirnya pergi ke perpustakaan dan menemukan najep, yan2, aca, luci, dan, lele. Awalnya semua berjalan menyenangkan seperti biasa. Ngejailin luci dengan menyuruh dia bolak-bolik di dalam perpus untuk ngetes jangakauan mouse, ketawa ketiwi dengan lelucon yang tidak intelek untuk ukuran anak-anak yang baru saja lulus kompre, dan seterusnya…

Lalu, terjadilah kebodohan yang diawali dengan najep mengutak-atik hp gua….Perutak-atikan diawali dengan komentar terhadap bayi yang bisa push-up satu tangan.. tak berapa lama kemudian………….hp gua berbunyi dengan hebohnya, entah setan apa yang merasuki najep (apalagi mengingat ini bulan ramadhan) dengan sekonyong2 dan tanpa perhitungan yang berarti dia mereject telepon yang baru saja masuk itu…
“jep, kok lu matiin sih?”
“sori, gua panik. gua kira gua melakukan sesuatu sehingga hp lu berbunyi”

Pada awalnya gua cukup tenang dan bisa berpikir dengan akal sehat….sebelum gua cek nomer yang masuk adalah….. 0254737170….
(dalam hati)
“hmmm, nomer siapa ini ya….loh…kok…kayanya…ini kan nomer balikpapan!!!”

sebagai info, gua sensitif terhadap nomer dari balikpapan karena gua sedang menunggu panggilan kerja dari sebuah oil&gas company di daerah itu

setelah mendegulkan kepala najep dengan tangan gua, langsung gua menuju ke arah sinyal yang lebih baik di sisi samping perpustakaan…tapi hp gua tak kunjung berbunyi…gua putuskan untuk menelpon balik nomer itu…tapi, nomer itu tak bisa gua telpon balik…sial…akhirnya, gua putuskan untuk menelpon contact person perusahaan tersebut..

“Bu, ini Dimas bu”
“Siapa?”
“Dimas bu, dari ITB”
“oh, kenapa Dimas”
“ibu tadi nelpon ke hp saya ga bu”
…..mungkin dalam hati dia berpikir geer-an amat gua ngerasa ditelpon dia……

“ah ga kok Dimas, saya sih ga nelpon, tapi mungkin temen2 di sini yang nelpon”
…..keterangan ini ga membantu banyak dan ga membuat perasaan gua tenang what so ever…..

“oh gt bu, ya udah deh…”
“apa kabar Dimas, sehat???”
“baik bu, alhamdulillah saya sudah lulus”
“oh, berkas-berkasnya segera diurus ya ke mas yusuf”
“iya bu, paling selesainya setelah saya wisuda”
bla bla bla bla bla bla

dialog berlangsung sampai pulsa esia gua bener-bener habis (nilai pulsa = Rp 0)

arrgghh…gua lanjutkan dengan mengsms sodara gua yang ada di balikpapan menggunakan sisa2 pulsa di nomer GSM gua..
“Lin, lu nelpon gua barusan ga?”
“Ga, eh om lu diterima ya!!selamet ye…di bagian apa?bareng sobirin ya??”
“belum lin, masih nunggu hasil medcheck, emang sobirin bilang apa sampai lu berasumsi seperti itu?’
“Oh, abis dia bilang jangan kkn ya nanti sama gua..hehehehe”
……jawaban saudara gua ini juga ga membantu atau membuat tentram what so ever….

dan sampai penulis membuat blog ini, telpon yang ditunggu2 itu belum juga datang.
dan Najep pun berkata:
“baru kali ini blunder gua merugikan orang lain…”


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.