Kisah Lanang di Laut

Lanang terbangun dari tidur lelapnya yang belum seberapa lama. Dilihatnya telepon seluler yang terbaring dengan mesra di sebelahnya. Telepon seluler yang sudah tak berbentuk itu memang memiliki tugas harian untuk membangunkan Lanang (walau seringkali tak berhasil). Lanang pun melihat angka digital yang tertera. 05:50.

“ancooooool!!!!!!”, Lanang berteriak sambil meloncat dari kasurnya. Segera ia mengganti seluruh pakaian tidurnya dengan pakaian lapangan merah-merah yang telah ia siapkan. Diambilnya tas ranselnya yang penuh sesak dengan berbagai macam barang. Tanpa banyak basa-basi Lanang pun berlari keluar dari hotel. Ia harus mengejar bus yang akan berangkat dari kantor ‘Habis-habisan’ pada pukul 06:00.

Hari ini Lanang akan memulai petualangannya di lapangan gas Borneo Timur. Petualangan yang akan ia jalani selama 10 hari. Lanang ditugaskan oleh atasannya untuk menyaksikan beberapa pekerjaan well servicing yang akan dilakukan di beberapa sumur gas di delta Mahakam. Baca entri selengkapnya »


je viens ce soir

…je viens ce soir…

Kutulis kalimat itu di akhir e-mailku. Aku tak tahu apa dia akan mencari arti dari kalimat itu atau tidak. Aku juga tidak tahu kenapa aku harus menulis kalimat itu padanya. Bukankah aku ingin ini semua tidak diketahuinya?ah sudahlah, tak perlu aku pikirkan. Bukankah aku memang selalu bertindak impulsif di dekatnya?Terlalu banyak mempertanyakan hanya akan membuatku semakin bingung.

Kujalani hari itu dengan perasaan yang aneh. Apa aku mempertanyakan tujuanku? Ya. Apa aku ragu bahwa kondisinya akan seperti kala itu? Ya. Apa aku mempertanyakan kebenaran moral dari tindakanku? Ya. Apa aku takut akan dikecewakan ketika aku sudah bersusah payah? Ya. Baca entri selengkapnya »


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.