Archive for the ‘sekedar ceritaku bersama teman-teman’ Category
Sepenggal Kenangan Saya bersama Bayu Indra Triananto…
Balikpapan, 12 Desember 2008
Saya pertama kali berkenalan dengan Bayu Indra Triananto di aula SMA 3 Bandung. Saat itu MOS baru saja dimulai. Kami masih sama-sama menggunakan baju putih dan celana pendek berwarna biru tua yang jelas-jelas mengumbar aurat kami. Tulisan di lengan kanan saya bertuliskan “SLTP Pupuk Kujang Cikampek” sedangkan di lengan dia bertuliskan “SLTP Nasional KPS Balikpapan”. Kebetulan regu MOS saya, regu 5 (yang diantaranya berisikan Kiki Barkiah, Aldhi Wibawa, Ramdhan Ismanto, Khalifah Badar, dll) duduk bersebelahan dengan regu dia. Di sanalah saya berkenalan dengannya, seorang anak SMP berkaca mata, bertubuh langsing, dengan kaki dan tangan yang panjang menjelang. Perkenalan yang jauh dari mengesankan dan sama sekali tidak signifikan. Baca entri selengkapnya »
A Tribute for Them
I still remember the date, it was 31st of May 2003. I was driving a red Toyota Corolla SCruise on Karapitan street when my cell phone was ringing. I forgot the number that showed up in my Orange Nokia 5110 cell phone, but I think he called from a public phone (I don’t know the English word for wartel). It was him, my best friend for almost three years at high school by that time.
“Mas,urang jadian.” the words suddenly came out of nowhere and I was so damn surprised.
“Anjis, jeung saha?” I have to question the person because at that time I didn’t even know that my friend was close with someone.
“si eta…”
“si eta adina si itu??” I was damn surprised because apparently he was saying that now he dated her, the younger sister of a girl that he was fallen in love with before. By that time, I was thinking that this is so damn complicated. I don’t think it’s easy to date a girl that is closely related to other girl that had a history with us. And he took the most extreme relationship: SISTERS.
“heu euh mas, caritana panjang”
“anjis, nya enggeus. urang keur nyetir. engke maneh caritakeun deui nya. selamat anjis!!”
Just a few months after that, I was accepted at ITB and so did he. I became a Chemical Engineer wannabe, and he became a Physical (or probably Acoustic) Engineer wannabe. And somehow he lived at my house, so we were roommates.
Back to the story of he and she, him and her. They looked good together actually. She was still in high school, so he would pick her up after school hour. Sometimes he would take her to our house. We would gather with some other friends, watch dvd, etc. So I get to know her pretty well too.
About a year later. It was midnight when me and Yuda, another rommate, were watching televesion when he came in to our house. He just came back from her place. That day was the announcement of SPMB result that she took.
“kumaha si eta?”
“asup…”
“jurusan naon?”
“FT..”
“huahahahahahaha”
Me and Yuda laughed together so hard. So she put Physical Engineering as her second choice, and at that time she only told him his first choice which was Electrical Engineering. So he did not know that there was a chance for her to be his junior in school. So every seems to be fit for them now that they took the same major.
A year later. It seems that he would not continue his education in ITB. He didn’t think that ITB was the way that he had to took. He didn’t think that ITB was for him.
So I think it would effect on their relationship. Because for now that would probably had different life now that he was not in ITB anymore. They were still together, but there were times that they were struggling together. I remember once I’ve got an sms from her saying that they weren’t together anymore, etc. But I guess they’ve always find they way to get back together again.
It was November 2007. After more than four years in school (and of course living with him in Alamanda) I finally graduated and eventually I have to moved to Balikpapan for work. And after for years of living together we had to be separated. And I leave him and Alamanda with hugs and tears.
And today, 26th of June 2008. They finally through all the obstacle. After more than 5 years dating, they are now the real thing. Today is the new start for them.
Congratulations for you guys. Hope you are happy in this world and after.I’m truly happy for both of you.
Congratulations Rian Prayoga and Vebi Nadhira
PS: is there any chance that you would name your first child Dimas?
ternyata semua udah beda ya…
sudah lama bgt yak terakhir aku posting..sekarang aku mau nulis..tapi ga penting dan agak2 lokal kali ya…yah, sekali2 blognya difungsikan sebagai diary personal hehehehe…
turns out that the pace of life in balikpapan is extremely fast…I have been here for almost 9 months..damn..I could have had a son here!!!
and last week I spent more than a week in Bandung..for vacation..ooops…no no.. I was there for Applied Reservoir Engineering training (from 8 am – 4 pm, the rest of the day I was playing with my old friends of course
)
there were some things that I’ve noticed during my trip to bandung…well first, a lot of my friends was not there anymore…the most noticeable was of course my childhood friend Rukki Khainur Nozar whose now in England to continue his education…damn you little bastard!! I can’t accept the fact that you will be the first one between us to watch EPL!!
and again it was another trip to bandung without meeting someone I really-really wanted to meet..the first one was in May, she was in Kairo at that moment…and this time she was still in Duri..so it’s been four months since the last time we’ve met…miss her a lot..
another big thing was my friend Rian Prayoga (yes, Rian Prayoga as in Rian a.ka. Bono who lived with me in Alamanda for more than 4 years) is getting married..I met him in Bandung, ask him about his feelings, the obstacles and everything…can’t believe your getting married bro..despite your old age (what was it? 2452 years huh, Highlander?)
Yuda Hartanto was still a pursuing his master degree in ITB..he looked busy now..and lack of attention because now his girlfriend are not around her anymore..huahahaha…lebok tah da! ceuk urang ge gawe..
Prawira a.ka. Aplo is now officially an engineer…welcome to real world bro…
Dodo is waiting for his final moments in ITB..nunggu sidang terus do…kapan lulusnya??? wakakakak
and last but not least..I also met Anggandanus Lizardus in Bandung…he quit his previous job to continue his education in UK too…damn you angga damn!!!but it it’s not the most important…the most important part is he picked me up using red Honda Jazz….huahahahahahahaahahahahahahahh (mampus maneh ga!!)
well…that’s all I can tell for now..
and the most interesting part of the trip was….I miss balikpapan…
yes I do..honestly….turns out that I really love my life in Balikpapan…
Tidakharam bitidakharam cabang jakarta…
Jadi, kemaren gua dan temen-temen gua yang aneh berkumpul di rumah salah seorang dari kami, yaitu jijie..Tujuan perkumpulan ini tidak lain dan tidak betul adalah untuk makan, eits…did I say makan???maksud gua silaturahim dalam rangka hari raya idul fitri….
Hm…banyak langkah yang harus gua tempuh untuk dapat mencapai rumah jijie. Yang paling penting, kalau bepergian di jakarta, gua ga boleh sendiri. Kenapa? Jelas, karena gua ga hapal sama sekali jalanan di jakarta. Berhubung teman pemandu andalan gua udah nyangkut di belanda, maka gua beralih pada teman lain (yang kurang dapat diandalkan) yaitu mbak aca….
Jadilah kami janjian dulu di salah satu mal ternama di daerah Pondok Indah yang namanya diakhiri dengan sebuah bilangan prima. Karena ingin jalan2 dulu, maka kami janjian untuk bertemu jam 12 di mal tersebut walaupun acara di rumah jijie baru jam 3…Entah mengapa, kalau gua deket2 sama temen gua yang satu ini, seringkali gua melakukan blunder2 yang gak gua kehendaki….Padahal gua kan jarang blunder dari lahir… Keblunderan ini akan gua bahas lagi secara kronologis…
Oke…lanjut…jadi kami berkeliling2 di mal dan gua memutuskan untuk membeli buku dari seorang pengarang yang suka bikin gua pusing dan ngelamun ga jelas….karena berkeliling menyebabkan kami lapar, maka kami ingin makan…dan dengan lunar binasanya food court mal tersebut penuh dan bau balsem…..disinyalir penuhnya food court ini disebabkan belum kembalinya para PRT dari mudiknya…ya udah, kami memutuskan untuk makan di KFC Kemang (setelah gua pulang gua berpikir, kenapa harus jauh2 di Kemang ya…emang sih tadinya berencana untuk ke Kemang, tapi kan buat nyari buku, sedangkan di mal udah dapet…aneh..ya, ini boleh dibilang blunder kecil)
Di KFC, kami memesan makanan, dan entah mengapa (sepertinya karena masih dalam suasana lebaran jadi agak kalap) kami memesan waffle, padahal kami yakin kalau di jijie stok makanan akan berlebih…..ah, ini keputusan yg sangat gua sesali karena kemampuan perut menjadi terbatas waktu gua di rumah jijie…
Ok, setelah makan…kami memutuskan untuk berangkat ke rumah jiije……dengan penuh kesotoyan dan kepercayaan diri kamu langsung menuju tol….dan keluar di pintu tol pondok gede dengan berkata
“baru jam 3 kurang, kita pasti dateng paling pertama”
keluar dari pintu tol:
“mbak, lurus aja kan ini?”
“ya, lurus aja kok…”
kemudian, dengan manisnya kami berpikir untuk bawa bahan2 untuk membuat minuman segar di rumah jijie…kemudian, kami mendapati fakta bahwa di jalan tersebut terdapat GIANT..ya sudahlah ya…kami mampir dulu di GIANT dan membiarkan pikiran kami berimajinasi…Sprite, squash, jelly, dan semangka adalah hasil imajinasi kami….kemudian karena agak bingung dan kurang pede…kami bertanya beberapa kali di GIANT tentang rute yang harus kami tempuh..hasilnya…sia-sia…kok orang2 pada ga tau ya komplek auri, kan harusnya deket padahal….ya udahlah kami mengikuti jalan saja…tapi kok…jalannya panjang bgt…dan ga ada penampakan komplek auri…
“mas, kayanya salah deh”
“ga ah, gua pernah lewat sini kok, bener2..sekarang belok kiri…”
setelah gua belok kiri, hmmm…..kok kayanya kita nyasar ya….ya sudahlah kami berputar…
“balik aja ke jalan tadi mas”
“ok…..mmm…..mbak,,,,kok kayanya…….”
ternyata jalan itu satu arah….dan hampir saja mobil berbelok…sungguh mobil gua berada pada posisi yang menantang maut…terpaksalah kami berjalan di arah yang kami ga tahu itu….dan dalam perjalanan, kami melihat papan
*SMP 6 BEKASI*
bah??????apa ini….dimana kita????
untungnya, kami bisa kembali ke jalan awal….dan ternyata kami memang salah jalan pas kami keluar pintu tol….kami malah pergi ke arah yang menjauhi rumah jijie…
dan tibalah kami di rumah jijie
*jam 4*
acara di rumah jijie berlangsung relatif aman dan tanpa blunder yang berarti (walaupun dalam satu kesempatan gua sempet memberikan najep segenggam pembalut yang gua sangka kantong plastik)….
Kemudian….jam 8 malam kami memutuskan untuk karakoean…di Kelapa Gading saja…
dalam perjalanan…gua ga melakukan banyak blunder, tetapi teman gua si banci yan2 melakukan blunder dengan salah mengikuti mobil yang dia kira mobil gua……dan saat harusnya dia belok ke arah tj. priok dia malah lurus saja….hahaha….
Kemudian, kami karokean saja, ini pertama kalinya gua karokean sama temen2….dan gua senang….kenapa???karena ternyata mereka gampang didominasi…baik dalam pemilihan lagu maupun dalam menyanyi…hahahaha…..
Abis karokean…gua cape….kenapa????karena gua kan kalau nyanyi ga pake mulut dan perut doang….tapi pake hati….hahahaha…..
Akhirnya, tibalah saatnya untuk pulang….dan seperti biasa tugas berat menanti yaitu harus mengantarkan mbak aca pulang ke bintaro….dalam perjalanan mengantar, gejala2 ga enak mulai terlihat…seperti salah2 belok…lupa2 arah…
dan setelah mbak aca sampai dengan selamat,,gua harus pulang sendiri ke cipete….
dan terjadilah…
ya..
gua nyasar di bintaro yang luas itu…tiba2 gua melihat jalan senayan utama (yang adanya di bintaro), dokter kulit, orang pacaran, transaksi narkoba (masih diragukan kebenarannya), driving range….dan hal2 lain yang belum pernah gua lihat sebelumnya….
gua masih menyalahkan mbak aca, gua yakin bgt ini adalah kutukan blunder dia yang emang selalu menimpa gua di saat gua ada di deket2 dia….tapi untungnya dia mau bertanggung jawab dan mengarahkan gua ke jalan yang bener….heheh….thx mbak…
dam akhirnya setelah 12 jam berkeliling2, gua kembali ke rumah dengan selamat
Tajil Ceria
Ok, sodara2 sekalian, postingan berikut adalah edisi kedua belajar tata boga bersama Aca dan Dimas. Edisi pertama dapat dilihat di http://natashasamosir.wordpress.com/2007/10/08/puding-multitasking/.
Sesuai judulnya, hari ini kita akan belajar menyiapkan tajil ceria. Kenapa tajil ceria? karena tajil ini dapat menceriakan orang yang membuat sekaligus orang yang mengkonsumsinya (peringatan: karena kita berdua sama-sama ST, maka akan banyak istilah tekim yang digunakan sepanjang postingan ini)
Lanjute…pembuatan tajil ini akan dibahas langkah perlangkah (ingat demi kesempurnaan tajil ceria, langkah2 ini harus diwujudkan satu persatu):
1) belilah hadiah buat seseorang (mungkin sodara2 sekalian bingung, tapi percayalah ini sangat penting demi terwujudnya tajil ceria)
2) setelah membeli hadiah, belilah bahan2 yang bisa didapat di supermarket yaitu: sprite 3 x 1,5 liter, sunquick satu botol ukuran wajar manusawi, nata de coco rasa kelapa tergulai, dan blewah yang sudah matang (tidak boleh blewah yang sudah siap pakai, pokonya harus ada proses pengerokan blewah)…oh iya, supaya tangan kuat, segala proses pembelian tidak boleh dilakukan dengan troli, melainkan harus dengan keranjang tangan..
3) simpan bahan2 di lemari es, dan pergilah ke acara buka puasa bersama yang dihadiri calon ketua IA ITB..proses pembuatan baru boleh dilanjutkan besok pagi
4)langkah berikutnya adalah langkah terberat, bangun jam 7 pagi (ya, jam 7 ini pagi sekali sodara2, terutama di bulan puasa, apalagi kalau malemnya baru tidur jam 2!!)…..dan pergi ke pasar simpang..di pasar simpang ini kita harus membeli pisang ambon lumut, selasih kering, dan coklat masak batangan..(jangan tanya kenapa ga beli kemaren di supermarket, pokonya lakukan saja!!)…
5)sodara2, jangan kaget kalau bahan2 ini terlihat begitu komplex. Sebenarnya, akan ada 2 produk yang kami hasilkan dari campuran bahan2 mentah tersebut, yaitu, spritequick cowahsih dan pisang coklat temperatur rendah (PCTR). Langkah berikut yang boleh dilakukan adalah pretreatment untuk pembuatan spritequik cowahsih dan pembuatan produk PCTR Sekarang kita mulai dengan pembuatan PCTR, potong kecil2 coklat batangan dan taruh dalam 2 mangkok yang bisa digunakan di microwave.Karena pembuatan dilakukan secara duet, partner anda bisa memotong2 pisang (menjadi 3-4 bagian) dan mengerok blewah (yang ini adalah bahan baku spritequick cowahsih). Setelah coklat batangan dipotong kecil2, masukka dalam microwave. Set microwave dalam temperatur tinggi selama 1,5 menit. Selagi menunggu rebuslah selasih (ini juga bahan bak spritequick cowahsih). Hmm…setelah 1,5 menit microwave anda akan mengeluarkan asap dan coklat batangan pun akan cair dengan sebagian darinya menjadi gosong. Singkirkan bagian gosongnya, dan celupkan potongan pisang dalam coklat cair. Oh iya, jangan lupa masih ada 1 mangkok potongan kecil-kecil coklat. Apa yang harus kita lakukan dengannya? set microwave pada tempeatur medium dan panaskan coklat selama 30 detik. Coklat belum akan mencair, jadi lakukan lagi untuk 30 detik berikutnya. Setelah mengulang proses ini, microwave akan rusak (jangan tanya kenapa?). Coklat belum akan mencair sempurna, tapi gpp. Celupkan potongan pisang ke dalam coklat dua fasa ini. Coklat akan habis sebelum potongan pisang habis, jadi cairkan lagi coklat dengan cara ditim. Kenapa ditim? karena microwavenya mati. Cobalah mentim sisa-sisa coklat padat tersebut selama setengah jam. Anda akan gagal, kemudian berpaling kembali pada microwave. Microwave tersebut akan menyala kembali (jangan tanya kenapa) tetapi coklat tersebut tetap tidak bisa dicairkan juga. Tapi perbuatan anda ga sia-sia kok, percayalah. Oh iya, jangan lupa masukkan PCTR ke dalam kulkas.
6)pergilah jalan-jalan keliling kota bandung, lebih baik lagi bila ketemu tempat main seperti Fun City karena akan membuat tajil anda semakin ceria
7)campurkan sunquick, sprite, nata de coco, blewah, dan selasih sesuai dengan selera.
8)buka pintu kulkas, keluarkan PCTR, tutup pintu kulkas
9) sajikan ke orang yang bener haus dan kecapean karena abis dijailin dan ngejailin seharian
Ok…itulah langkah-langkah yang harus dilakukan…jangan ada yang kelewat ya!!
Berbagi kebahagiaan..berbagi mimpi bersama wisudawan Oktober 07
Hari ini, aku bahagia sekali.
Berbagi kebahagiaan di bersama-sama adik-adik dari Panti Asuhan Wisma Putra ternyata menyenangkan.
Hari ini, Selasa, 2 Oktober 2007. Aku dan 8 orang temanku yang sedang merayakan kelulusan kami mendatangin Wisma putra untuk berbuka puasa bersama. Ada 80 orang adik-adik kami di situ yang usia sekolahnya bervariasi dari kelas 1 SD sampai 3 SMA. Delapan puluh adik-adik tersebut menyambut kami dengan begitu ceria. Berbagi kebahagiaan ternyata memang indah sekali.
Bagian acara yang paling menarik terjadi ketika Yufa mengambil alih acara tersebut. Acara yang sebenernya terjadi begitu spontan, namun meninggalkan kesan yang begitu mendalam.
Acaranya sederhana…..berbagi mimpi.
Yufa memanggil beberapa orang (dan menyuruh beberapa orang maju) untuk bercerita tentang mimpi mereka. Ada yang bercita-cita jadi pengusaha, bintang lapangan hijau, dokter, kitchen (koki maksudnya), anggota TNI AU, dan sebagainya. Aku sangat bahagia mendengar mereka mengungkapkan cita-cita mereka.
Menurutku, kondisi Indonesia sangat memprihatinkan. Bukan saja karena miskin secara ekonomi, ilmu, dsb, melainkan karena miskin akan satu modal hidup utama, yaitu cita-cita. Mendengar semangat adik-adik tersebut, aku tergerak untuk terus menyebarkan semangat menggapai mimpi. Seperti kata Agung ke adik-adik, gantungkan mimpi setinggi langit.
Andaikan seluruh anak bangsa memiliki cita-cita yang tinggi, aku percaya bahwa mimpi-mimpi itu dapat membawa bangsa kita bangkit dari keterpurukan.
Saat ini, aku akan bergerak untuk membangun mimpiku. Suatu saat, aku akan kembali untuk bercerita ke adik-adikku di manapun bahwa mimpi setinggi apapun bisa dikejar. Mudah-mudahan Allah memberi petunjuk dan kekuatan untukku.
blunder najep
Karena begitu banyak pertanyaan mengenai blunder najep terhadap gua, maka gua putuskan untuk menceritakan lebih lanjut peristiwa yang terjadi pada hari tragis itu….
Hari itu adalah hari jumat yang begitu cerah, langit berwarna biru, labtek tekim berwarna biru, tapi mungkin itu semua adalah pertanda untuk sesuatu yang akan berjalan salah…. Seperti kata orang tua, biru identik dengan blunder….
Di hari itu gua menjalani hari kedua menganggur dengan santai, mengawali hari di siang bolong dengan mengumpulkan berkas-berkas wisuda, pergi solat jumat bersama najep, bertemu rika 2002 dan ngobrol2 di himpunan…kemudian terjadilah blunder tersebut..
Setelah ngobrol denga rika di himpunan, gua merasa kesepian dan memutuskan untuk mencari teman-teman..setelah pergulatan panjang, gua menemukan fakta bahwa mereka ada di perpustakaan… Kemudian (gua ga menyangka bahwa keputusan gua ini akan berakibat fatal) gua akhirnya pergi ke perpustakaan dan menemukan najep, yan2, aca, luci, dan, lele. Awalnya semua berjalan menyenangkan seperti biasa. Ngejailin luci dengan menyuruh dia bolak-bolik di dalam perpus untuk ngetes jangakauan mouse, ketawa ketiwi dengan lelucon yang tidak intelek untuk ukuran anak-anak yang baru saja lulus kompre, dan seterusnya…
Lalu, terjadilah kebodohan yang diawali dengan najep mengutak-atik hp gua….Perutak-atikan diawali dengan komentar terhadap bayi yang bisa push-up satu tangan.. tak berapa lama kemudian………….hp gua berbunyi dengan hebohnya, entah setan apa yang merasuki najep (apalagi mengingat ini bulan ramadhan) dengan sekonyong2 dan tanpa perhitungan yang berarti dia mereject telepon yang baru saja masuk itu…
“jep, kok lu matiin sih?”
“sori, gua panik. gua kira gua melakukan sesuatu sehingga hp lu berbunyi”
Pada awalnya gua cukup tenang dan bisa berpikir dengan akal sehat….sebelum gua cek nomer yang masuk adalah….. 0254737170….
(dalam hati)
“hmmm, nomer siapa ini ya….loh…kok…kayanya…ini kan nomer balikpapan!!!”
sebagai info, gua sensitif terhadap nomer dari balikpapan karena gua sedang menunggu panggilan kerja dari sebuah oil&gas company di daerah itu
setelah mendegulkan kepala najep dengan tangan gua, langsung gua menuju ke arah sinyal yang lebih baik di sisi samping perpustakaan…tapi hp gua tak kunjung berbunyi…gua putuskan untuk menelpon balik nomer itu…tapi, nomer itu tak bisa gua telpon balik…sial…akhirnya, gua putuskan untuk menelpon contact person perusahaan tersebut..
“Bu, ini Dimas bu”
“Siapa?”
“Dimas bu, dari ITB”
“oh, kenapa Dimas”
“ibu tadi nelpon ke hp saya ga bu”
…..mungkin dalam hati dia berpikir geer-an amat gua ngerasa ditelpon dia……
“ah ga kok Dimas, saya sih ga nelpon, tapi mungkin temen2 di sini yang nelpon”
…..keterangan ini ga membantu banyak dan ga membuat perasaan gua tenang what so ever…..
“oh gt bu, ya udah deh…”
“apa kabar Dimas, sehat???”
“baik bu, alhamdulillah saya sudah lulus”
“oh, berkas-berkasnya segera diurus ya ke mas yusuf”
“iya bu, paling selesainya setelah saya wisuda”
bla bla bla bla bla bla
dialog berlangsung sampai pulsa esia gua bener-bener habis (nilai pulsa = Rp 0)
arrgghh…gua lanjutkan dengan mengsms sodara gua yang ada di balikpapan menggunakan sisa2 pulsa di nomer GSM gua..
“Lin, lu nelpon gua barusan ga?”
“Ga, eh om lu diterima ya!!selamet ye…di bagian apa?bareng sobirin ya??”
“belum lin, masih nunggu hasil medcheck, emang sobirin bilang apa sampai lu berasumsi seperti itu?’
“Oh, abis dia bilang jangan kkn ya nanti sama gua..hehehehe”
……jawaban saudara gua ini juga ga membantu atau membuat tentram what so ever….
dan sampai penulis membuat blog ini, telpon yang ditunggu2 itu belum juga datang.
dan Najep pun berkata:
“baru kali ini blunder gua merugikan orang lain…”
13terhina
Kitu-kitu keneh 7 tahun teh
Acara : buka bareng temen-temen SMA
Lokasi : Lantera cafe, Dago Atas
Peserta :
- Angga
- Arvian
- Dimas
- Mey
- Amru
- Rian
- Ucok
- Rukki
- Yuda
kegiatan utama : saling menghina
diulangi, kegiatan utama : saling menghina
Hahahaha, aneh bukan. Setelah 7 tahun kenal, tidak banyak yang berubah dari kami semua. Ya, kalau dilihat dari fisik(kalau anda berpikir fisik di sini adalah wajah, berat badan, rambut, dll, anda tidak salah kok) memang sedikit berubah. Ada yang jerawatnya bersih, ada yang perutnya buncit, ada yang cukur jenggot, dan sebagainya. Tapi satu yang pasti, hitam selamanya hitam.
Tapi, entah mengapa, topik yang sama kalau kami kumpul selalu terulang kembali. Jadi, kegiatan utama kami selama acara buka bersama itu (selain mengganggu ketentraman tamu-tamu cafe itu dan warga masyarakat setempat karena keributan yang kami buat, belum ditambah reputasi buruk beberapa orang di antara kami yang sering merusak
fasilitas cafe-cafe di seluruh bandung yang pastinya sangat mengganggu pelayan-pelayan di sana) adalah saling menghina (kalau kalimat sebelumnya yang ada di dalam kurung terlalu panjang, bisa anda tutup dengan selotip supaya lebih nyaman
dibaca). Dan yang lebih parah lagi, hinaan yang ada tidak banyak berubah. Berkisar pada ukuran bagian tubuh yang abnormal, mantan jaman sma dulu, tapi yang paling hot dan agak baru mungkin adalah kebelumlulusan beberapa orang
di antara kami.
Dan pertempuran paling seru tadi malam adalah pertempulan antara wakil keluarga Hutagalung dan wakil dari keluarga Sitorus. Pertempuran yang sangat kolosal dan melibatkan argumen-argumen kurang cerdas seperti:
” gua pencet tombol kampung sitorus langsung diserang sama kampung hutagalung nih!”
” bah, kalau majikannya sitorus, pembantunya hutagalung”
dan selain pertempuran antara dua orang batak tersebut, terdapat juga pertempuran antara orang-orang dengan mantan tertentu, argumen-argumen yang bisa menimbulkan huru-hara di antaranya sebagai berikut:
“da, maneh kunaon teu datang ka syukwis si eta??” artinya: yuda (vulgar sekali), kenapa kamu ga dateng ke kawinan si itu (tidak terlalu vulgar)
“ga, maneh teu ulin tah ka ditu artinya: ga, kamu ga akan main ke situ (sambil menunjuk ke arah bawah dari lantera cafe, tepatnya rancakendal (ini vulgar sekali))
“tadi urang ningali si savitu, jeung si puitu” artinya: cukup jelas, kalimat ini menembak dua orang sekaligus.
“ki, nyokap gua pernah nanya dulu pas kawinan teh Yuli. Katanya, mantannya rukki dateng ga? Gua bilang, mantannya yang mana, perasaan ada 4 mantannya yang dateng. Reunian kok!” wahahahaha, ini argumen yang paling menarik.
” Si yuda teh paling pertama ditinggal nikah ku si aitu, eh keheula si amru ge ditinggal nikah ku si dalamtanah” artinya: cukup jelas
” Siapa ya yang paling cepet nikah??Si rian tah geus kolot. Tapi si rian mah pasti masih lama, soalnya ngelamarnya dua kali” artinya: ga akan dijelasin, terlalu kontroversial
“Ga, kenalin dong sa si niitu, mantan maneh yang di FK Unpad. Ah paling juga, si angga udah lupa mukanya, jadiannya cuman sebulan”artinya: kadal selamanya kadal
Selain ejekan mantan, tentunya salah satu argumen paling favorit adalah fisik atau usia
“ru, berenang yuk!” artinya: pendek tapi panu
“emang ada yang lebih tua dari si rian?ada dong, bokapnya…tapi cuma beda dua tahun”
” mas, lu bukannya batak juga??Bams kan batak” ….sial: ini nih yang bikin gua harus cukur jenggot setiap 2 hari.
” Cok, lu jadi spesialis hukum perdata aja. Wah gua ga mau gua maunya hukum pidana. Nya,
da bengeut maneh bengeut kriminal.” keterangan: Ucok berwajah penjahat
” Da, maneh dimana?” keterangan: manusia hitam tak terlihat di malam hari
Yah, itu lah yang selalu kami lakukan kalau kami berkumpul. Sampai sekarang, kadang aku bingung. Kok belum ada pembunuhan di antara kami. Hahahahha. Intensitas hinaan-hinaan yang begitu dalam dan dapat menimbulkan trauma seharusnya sudah menyebabkan pertumpahan darah.
Pertemuan kemarin mungkin belum akan terulang lagi untuk beberapa waktu ke depan ,terutama untukku yang akan segera meninggalkan Bandung. Mudah-mudahan saja kita masih bisa bertemu walaupun kita sudah berpencar entah kemana. Tapi yang pasti, mudah-mudahan tahun depan semua udah lulus kuliah. Hahahaa, supaya lebih vulgar yang belum lulus adalah arvian, rukki, dan ucok. Yang ga akan diwisuda….ga ada ketang..hehe..piss pren.
Bonus track:
Silakan jodohkan
Angga hitam
Arvian tua
Dimas kadal
Mey muka penjahat
Amru buaya
Rian baru jadian
Ucok panu
Rukki jerawat
Yuda mirip bams


